PSMS Jangan Dijadikan Proyek, Julius Raja: Ada Uang Silakan Jadi Ketua
2 min read
Hahabolanews – Adanya sekelompok orang yang menyatakan dirinya juga sebagai pengurus PSMS Medan dengan melakukan pertemuan dengan para klub, membuat Sekretaris Umum (Sekum) PSMS Julius Raja angkat bicara.
Kalau ada uang, silahkan langsung jadi Ketua PSMS Medan. Dan jangan jadikan PSMS menjadi alat pencari uang,” katanya, Sabtu (11/7/2020).
Ia mengaku, kalau memang ada yang ingin menjadi ketua PSMS atau CEO silahkan datang baik-baik dan harus punya modal.
Kemarin, permintaan pak Edy bahwa PSMS ini jangan pernah diganggu artinya kalau siapa dia yang mau mengurus PSMS ya baik baik datang saja,” ujarnya.
Misalnya, kata pria yang akrab disapa King ini, kalau ada uang Rp 50 miliar dan mau jadi ketua PSMS Medan, kenapa tidak.
Ini malah yang ada buat rapat sana dan sini hanya untuk mengikrarkan diri sebagai ketua PSMS. Ngapain seperti itu? Kemudian bagaimana dengan materi pemain. Siapapun dia, kalau punya dana silahkan. Kalau tidak ada, mau macem mana PSMS ini nanti,” akunya.
Ia pun mengatakan jangan pula mau jadi ketua PSMS tapi harus mencari proyek dulu. “Itupun salah. Yang seharusnya jadi Ketua PSMS itu harus bisa memiliki dana segar yang banyak. Karena cuma pengabdian untuk menjadi ketua PSMS, bukan sebaliknya,” katanya.
Tidak bisa di sini (PSMS) mengharapkan proyek. Ini yang susah kalau proyek menjadi acuan,” ujarnya.
Apalagi sekarang sangat gampang termonitor KPK dan BPK. “Jadi tidak bisa sembarangan seperti itu,” katanya.
Ia pun mengaku, tidak bisa juga menjadi Ketua PSMS ini berandai-andai. Jadi, akunya, PSMS ini ibarat makan Indomie, semua siap saji.
Jadi hari ini ada barang, di sini ada kuah. Jadi bisa langsung masak dan di makan,” ujarnya. Apalagi PSMS Medan sekarang sudah berbadan hukum, sudah PT.
Jadi, bagi siapapun yang mau menjadi ketua PSMS, silahkan yang penting punya cash money Rp 10 miliar. Tarok ke rekening PSMS Medan dan dia langsung jadi ketua. Bagaimana sistem manajemennya silahkan, mau pakai yang sudah ada atau bentuk yang baru,” katanya.
Sementara itu, Dewan Pembina PSMS Medan Kodrat Shah menantang pihak luar yang ingin ikut menjadi pengurus PSMS untuk menyediakan dana yang cukup untuk operasional klub.
Pernyataan ini disampaikannya untuk menanggapi adanya pihak lain yang mengklaim sebagai pengurus sah PSMS Medan.
Kalau ada yang mau ngurus PSMS boleh saja datang. Siapa yang berani ngurus PSMS, kami kasih. Tapi letakkan minimal dana Rp 3 miliar. Tunjukkan keseriusan, jangan dijual atau digadaikan. Karena kita semua mau PSMS berhasil naik lagi ke atas (promosi ke Liga 1), jangan mandek,” kata Kodrat.
Menurut Kodrat, mengurus PSMS tidak mudah. Setiap bulannya, PSMS membutuhkan dana operasional sekitar Rp 700 juta.
Kenapa harus dana segitu? Karena mengurus PSMS ini tidak mudah. Sebulan itu kita bisa keluarkan Rp 700 juta buat bayar gaji pemain, pelatih, dan ofisial. Saat ini kas PSMS sudah gawat,” ujarnya.
