Nyatanya, Nilai Akuisisi Como 1907 Ternyata Tak Semahal Klub Liga 1 Indonesia.
2 min read
HaHaBolaNews – Misi Como 1907 untuk bisa bangkit dan berkiprah dikompetisi kasta tetinggi Italia, Serie A, Masih panjang. Namun, program dan target yang jelas sudah disusun klub yang berbasis di Como, Lambardy ini. Saat ini, Como 1907 masih berkiprah di Serie C atau kasta ketiga di Italia. Pada 2019, Como 1907 mampu promosi dari kompetisi Serie D. Klub sepak bola yang sudah berusia 112 tahun dimiliki oleh Grup Djarum. Menurut Perwakilan Mola TV, Mirwan Suwarso, perencanaan jangka panjang diusung pihaknya demi membangkitkan Como 1907, termasuk menunjuk Dennis Wise menjadi Direktur Teknik klub itu.
” Jadi yang dilakukan Dennis Wise adalah mengeluarkan pemain mahal yang sudah tidak produktif dan memberikan kesempatan pemain muda dan mendatangkan pemain pionjaman, kami ambil dari QPR, Watford, Napoli, Atalanta,” beber mirwan Suwarso dalam keterangan resmi serial dokumenter Mola TV berjudul Como 1907 The True Story di Jakarta, Selasa (20/4/2021). ” Itu yang kami lakukan supya tidak jor – joran membuang uang, jadi kami buat Como bisnis yang masuk akal lah,” tambahya.
Grub Djarum sendiri menargetkan dalam kurun waktu tiga tahun, Como 1907, harganya tidak semahal biaya membeli klub Liga 1 Indonesia. Bahkan, Mirwan mengatakan, gaji para penggawa Como 1907 tidak lebih mahal dari pemain – pemain yang berkiprah di Liga 1. ” Investasi untuk Como sendiri tidak lebih besar dari klub liga 1 Indonesia. Como divisi tiga dan gaji pemain Como juga tidak lebih mahal dari pemain liga 1 Indonesia. Kami juga banyak menggunakan filosofi kami, bahwa kami tidak mau belanja Jor – joran untuk mendatangkan pemain mahal “ terang inisiator program
Garuda Select ini.
Suporter Fanatik – Alasan Grup Djarum membeli Como 1907, salah satunya karena klub ini memiliki suporter fanatik Kendati bermain di kasta ketiga, sebelum pandemi COVID – 19, saat menjalani laga kandang , setidaknya 15 ribuan fans Como 1907 hadir ke stadion untuk memberikan dukungan. ” Kami ketemu sama fan Como dari dia masih kevcil waktu di Serie A dan sekarang nonton bawa anaknya. Jadi bukan, cuma sejarah tapi tradisi. Jadi, kita tidak akan mengubah namanya,” ucap Mirwan.
Grub Djarum juga inin Como 1907 menjadi wadah pemain muda Indonesia mengembangkan bakat. Rencananya, pemain – pemain muda di Indonesia yang terpilih bisa menjalani latihan bersam di Italia.
“Kalau cari pemain sendiri kami tidak punya soalnya scouting begitu besar, tapi kalau ada Klub – klub yang mau menitipkan peamin mereka, ya tidak apa apa asal mereka bisa lolos ujian yang diberikan tim teksnis kita. Kami akan sangat terbuka, makanyta kami akan buat program beasiswa terutama SSB.” tutur Mirwan.
Sebelum di beli Grub Djarum, COmo 1907 sempat dimiliki oleh istri mantan gelandang Chelsea dan Persib Bandung Michael Essien. Lalu, seseorang dari Amerika juga sempat mengakuisisi Como 1907, tapi keduannya malah membuat klub yang identik dengan warna biru itu bangkrut. Djarum datang dan mengelola Como 1907, secara lebih profesional. Djarum juga mulai lebih serius menghidupkan akademi klub demi mencetak pemain – pemain muda berkualitas
