Bonus Belum Dibayar , Arturo Vidal Laporkan Barcelona Ke Pengadilan
2 min read
HaHaboal.news – Gelandang Barcelona Arturo Vidal dilaporkan telah mengajukan keluhan terhadap Barcelona atas bonus yang belum dibayarkan. Pemain timnas Cile itu mengklaim bahwa klub raksasa Catalan itu berutang 2,4 juta euro (Rp37 miliar) atas bonus yang belum dibayarkan.
Vidal membuat 53 penampilan di semua kompetisi untuk Barcelona musim lalu, dan membantu klub memenangkan La Liga dan mencapai semifinal Liga Champions, di mana mereka bertemu Liverpool.
Seperti dicatat ABC dilansir 90min.com, Vidal percaya bahwa penampilannya untuk tim telah memenuhi syarat untuk menerima bonus 2,4 juta euro sebagai tambahan. Namun, pejabat klub berpendapat bahwa Vidal sebenarnya telah salah mengartikan klausa dalam kontraknya.
Bonus seperti itu akan dibayarkan kepada Vidal jika dia bermain di 60% pertandingan Barcelona musim lalu. Dia melakukan itu dengan nyaman, tetapi masalahnya adalah dia tidak bermain setidaknya 45 menit di pertandingan-pertandingan itu- yang menurut Barcelona hal itu membatalkan klausul tersebut.
Vidal siap untuk menerima setengah dari bonusnya, tetapi Barcelona menolak untuk membayarnya, dan memaksa Vidal untuk mencoba menyelesaikan masalahnya di pengadilan.
Bintang timnas Cile itu juga mengklaim seharusnya menerima total 2,8 juta euro (Rp43,6 miliar) untuk mencapai babak sistem gugur dan perempat final Liga Champions 2018/2019, tetapi Barcelona bersikeras bahwa mereka hanya harus membayar setengahnya.
Vidal mengklaim Barcelona harusnya membayar total bonus 4,1 juta euro (Rp63,9 miliar), tetapi dia hanya menerima 1,7 (Rp26,4 miliar). Kini, dia berharap pengadilan akan dapat memulihkan jumlah yang hilang.
Namun, ada pula yang meragukan apa yang diungkap Vidal, dan menyebut ini bisa menjadi taktik dari Vidal dan perwakilannya untuk mencoba memaksa transfer dari klub.
Seperti dikabarkan sebelumnya, Vidal ingin meninggalkan Camp Nou, dan klub Italia Inter Milan banyak dikaitkan dengan rencana kepindahan Vidal. Barcelona diyakini percaya bahwa dia hanya membuka proses hukum dalam upaya untuk menekan klub agar membiarkannya pergi.
